Jumat, 16 Mei 2014

The Father

Boleh dibilang dari sebelum melahirkan si Ayah selalu kerepotan. Kadang saya bangunkan untuk minta dipijat tengah malam karena punggung pegal sekali.

Apa yang Ayah bisa lakukan pasca melahirkan, saat bayi sangat tergantung pada Ibunya? Ayah bisa meringankan beban Ibu dengan jaga malam. Jaga malam di sini artinya bertugas mengganti popok sepanjang malam, gendong bayinya ke si ibu waktu si bayi minta nyusu tengah malam, dan baby chores lain sepanjang malam.

Kalau kondisi rumah tangga seperti saya yang tanpa pembantu, akan sangat membantu kalau sekali-sekali Ayah bisa memandikan si bayi, atau memasak sarapan atau makan malam, atau bersih-bersih rumah.

Semangat, ya para Ayah! Si Ibu kadang akan melt down karena terlalu lelah atau kepingin hiburan, kadang rumah berantakan karena si bayi lagi rewel, kadang marah-marah sendiri karena kurang tidur. Sabar aja, si Ibu tetap sayang si Ayah kok.

The Co-Sleeping or Crib Question

Pertanyaan ini sebenarnya sudah mulai dipikirkan menjelang kelahiran. Saya memutuskan untuk tidak tidur sekasur dengan Bhira. Karena itu sewaktu tinggal di rumah orang tua pasca melahirkan saya menyewa baby box Graco Pack n Playa untuk Bhira tidur.

Kenapa saya memilih tidur terpisah? Karena tidur bersama membuat saya tidak bisa istirahat, saya sering terbangun karena takut menimpa Bhira. Tapi dalam beberapa kasus ibu baru lebih baik tidur bersama dengan si bayi, untuk melancarkan ASI.

Waktu balik ke rumah sendiri, saya beli Baby Crib kayu dari www.tokofurnitureonline.com. Bhira baik-baik aja tidur di situ dan ibu bisa tidur dengan enak di tempat tidur.

Sekarang Bhira sudah 1 tahun dan mulai ga mau tidur di cribnya, atau lebih tepatnya dia semakin berat dan ibu suka malas balikin dia ke crib hahahhahahaha.

Minggu, 06 April 2014

The Guests

Dua malam di rumah sakit kemudian saya pulang ke rumah Ibu saya untuk tinggal selama kurang lebih tiga bulan. Seminggu setelah melahirkan saya kebanjiran tamu (dan kado tentu). Saya sangat bersyukur dengan kehadiran keluarga dan teman dan karena kami orang Jawa saya selalu menyambut mereka dengan penuh senyuman. Yang tidak disadari adalah saya sebenarnya sangat lelah. Siang menerima tamu, malam begadang menyusui.

Seminggu setelah melahirkan saya kembali masuk rumah sakit karena mastitis dan kelelahan. Untuk para Ibu yang baru melahirkan, anda boleh kok menolak keluar kamar dengan alasan lelah. Untuk para suami dan para nenek-kakek lindungi hak istirahat sang Ibu, ya. Untuk para tamu, maklumi kalau Ibu baru ingin istirahat, bukan tidak sopan tapi mereka memang lelah.

Saya suggest jika mau mengunjungi orang yang baru melahirkan mungkin lebih baik waktu masih di rumah sakit atau sebulan setelah mereka pulang ke rumah, karena saat itu mereka sudah bisa adaptasi dengan rutinitas barunya.

The Breastfeeding Reality

Saya yakin sudah mempersiapkan menyusui dengan baik. Saya banyak membaca, banyak nonton video, belajar dari suster di rumah sakit saat senam hamil, dan lain-lain. Ternyata kenyataan tidak segampang teori. Seminggu pertama setiap malam saya menangis kesakitan dan akhirnya masuk UGD jam 3 pagi karena mastitis.

Setelah melahirkan saya mengikuti senam nifas di RSB Asih (penting sekali!). Di sana dijelaskan tentang pijat payudara untuk kelancaran asi dan kompres payudara. Caranya mudah sekali. Pertama payudara dikompres dengan handuk hangat kemudian dipijat sekerasnya untuk mengeluarkan asi. Anda harus belajar pijat marmet.

Karena saya sangat kesakitan menyusui saya pergi ke konselor menyusui di RSB Asih, dokter mengatakan anak saya agak tongue tie, tapi saat itu saya menolak diinsisi, saya ingin mencoba cara lain. Setelah 2 minggu timbul benjolan sebesar bola pingpong di payudara kiri saya. Untuk mengecilkan saya harus terapi ultrasound. Setelah 2 kali terapi, dokter terapi bilang kalau ini tidak pengaruh dan dia menyuruh saya ke dr. Asti Praborini, SpA di KMC.

Dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC adalah salah satu penulis buku Mudahnya Menyusui. Sebenarnya dia agak kontroversial karena terkenal sering menginsisi bayi-bayi tongue tie. Begitu juga anak saya, dia diinsisi di umur 1 bulan lebih. Tadinya kenaikan berat anak saya 17 gram per hari, setelah diinsisi jadi 40 gram per hari. Saya tidak tahu apakah anda setuju dengan dr. Asti atau mungkin anti insisi, tapi saya sangat bersyukur bertemu dengan dr. Asti karena sejak itu bayi saya mulai menggendut dan saya tidak kesakitan lagi.

Jumat, 28 Maret 2014

The Birth of Our First Child

Saya sangat ingin melahirkan normal, yakin sekali semua ibu bisa melahirkan normal. Memasuki minggu ke 36 dokter bilang kalau plasenta mulai pengapuran. Hal ini normal karena sudah dekat melahirkan jadi plasenta pelan2 mulai turun kinerjanya.

Di minggu 37 (kontrol atas permintaan dokter), dia mengatakan pengapuran yang terjadi pada plasenta cukup cepat dan saya sama sekali belum kontraksi. Dia minta kami datang seminggu lagi.

Minggu 38 juga sama. Pengapuran berjalan cepat tanpa kontraksi, saya disuruh datang 4 hari kemudian dan kondisinya tetap sama. Lalu disuruh datang dalam 2 hari masih sama dan diulur lagi 2 hari dan tetap sama. Semua ini dilakukan dokter saya karena dari awal saya ingin sekali melahirkan normal. Akhirnya dokter memberi tenggat waktu sampai hari Minggu (2 hari dari hari kontrol terakhir).

Saya melakukan semua yang saya bisa. Squating, naik-turun tangga, dance to labour, naik mobil lewat jalan rusak, dan semua tanpa kontraksi. Akhirnya hari Minggu saya ke rumah sakit untuk CTG dan hasilnya tetap tidak ada kontraksi, cuma kontraksi palsu (Braxton-Hicks). Dokter menyarankan untuk induksi.

Induksi pertama diberikan jam 12 siang, 2 jam pertama hanya terasa sakit perut seperti sedang haid, kemudian sakit perutnya menggila dengan jeda 2 menit sekali. Jam 4 cek pembukaan dan nihil.

Induksi kedua diberikan sekitar jam 4 sore. Kontraksi terus menerus tiap 2 menit dan luar biasa sakitnya. Saya berusaha mengatur napas dan tidak mengeluarkan suara. Tapi di sela-sela saya bilang ke suami kalau saya tidak kuat lagi. Jam 8 malam dicek dan baru bukaan satu. Saya memohon kepada suami untuk operasi saja.

Dokter berusaha meyakinkan saya untuk kuat, tapi saat itu saya sudah lemas sekali dan minta dioperasi. Akhirnya jam 11 malam anak saya lahir dengan operasi Cesar.

Jujur kalau saya ingat kembali saya agak menyesal tidak cukup kuat untuk melahirkan normal dan saya masih bertekad mau melahirkan normal untuk anak kedua nanti.

Selasa, 18 Maret 2014

The Pre-breastfeeding Preparation

Persiapan menyusui tidak kalah penting dengan persiapan melahirkan. Terlebih bagi calon ibu yang memiliki bentuk puting datar atau inverted. Untuk ibu-ibu yang punya waktu lebih saya sarankan baca buku Menyusui Itu Mudah. Di dalam situ ada penjelasan mendetail tentang payudara, persiapan menyusui, pijat payudara, dan cara menyusui.

Karena saya memiliki bentuk puting datar saya berkonsultasi dengan pembimbing senam hamil yaitu Ibu Penny di RSB Asih. Di usia kehamilan 37 minggu Ibu Penny mengajari saya nipple massage yang tujuannya untuk mengeluarkan puting saya agar lebih mudah menyusui. Inverted nipple bisa menyusui, hanya saja tekad dan usahanya harus lebih besar daripada ibu-ibu dengan puting normal.

Nipple massage sangat mudah dilakukan, yang harus diingat lakukan pijatan ini setelah memasuki usia kehamilan 37 minggu atau 38 kalau mau lebih aman. Karena pijatan pada puting memancing kontraksi. Berikut adalah cara melakukan nipple massage :
1. Oleskan olive oil/baby oil di areola.
2. Pijat puting dari garis areola ke arah luar.
3. Cubit keluar dan tarik puting keluar.

Karena nipple massage memancing kontraksi jadi tidak perlu sering-sering dilakukan, 2x sehari cukup.

Selasa, 21 Januari 2014

The Pregnancy Apps

Smartphone adalah barang yang sangat lazim saat ini. Saya pikir hampir semua orang pakai smartphone sekarang. Lebih bagus lagi kalau smartphone dimaksimalkan fungsinya. Karena itu saya akan merekomendasikan beberapa apps untuk iOS di sini.

1. Sprout - Rp. 39,000,-

App dari MED Art Studios ini merupakan favorit saya. Selain fungsional dan mudah digunakan, app ini memiliki interface yang simple dan enak dilihat. Sprout memiliki periode free trial.

2. Baby Center : My Pregnancy Today - gratis

Selain interface yang enak dilihat, informasi day-by-day yang ada di dalamnya sangat lengkap. Tidak hanya berisi tentang perkembang janin, tapi juga tentang olahraga, info nutrisi, dan lainnya. Lengkap dengan video dan infographic.

3. What To Expect - gratis

Cukup jelas app ini merupakan keluaran What To Expect. Berisi deskripsi perkembangan janin week-by-week juga apa yang terjadi dengan tubuh ibu hamil. Isinya hampir seperti bukunya, cukup lengkap seperti membawa bukunya di dalam smartphone.

4. Baby Kicks Monitor - gratis

Salah satu tugas saya dari dokter adalah menghitung tendangan bayi sewaktu gerakannya mulai terasa. Tujuannya untuk memastikan dia baik-baik saja di dalam. Biasanya kicks monitor seperti ini ada di pregnancy apps seperti Sprout dan lainnya, tapi bila ingin praktis app satuan seperti ini cukup memuaskan.

5. Contraction Counter Plus by iBirth - gratis

Menghitung kontraksi adalah tugas paling penting menjelang kelahiran. Saya sarankan para ayah yang menghitung, karena mungkin ibunya sudah tidak bisa berpikir.

6. Best Birth Plan - Rp. 19,000,-

Di Indonesia birthplan bukanlah hal yang lazim. Tapi kalau punya anak saja bisa direncanakan, kenapa tidak saat melahirkan? Birthplan ini tujuannya untuk membuat anda senyaman mungkin saat melahirkan, contohnya anda berencana lahir spontan atau c-sectio? Apakah anda ingin ditunggui oleh suami atau oleh ibu? Anda bisa mendiskusikannya bersama suami. Di app ini juga ada check list labour bag.

7. Gurgle Birthplan - gratis

Sama seperti Best Birth Plan, dilengkapi juga dengan contraction timer.

8. Baby Checklist - Rp. 9,500,-

App ini mempermudah tugas anda melengkapi perlengkapan bayi. Interfacenya juga sangat menyenangkan dilihat dan ada versi gratisnya.


Delapan apps ini adalah apps yang pernah saya coba, mungkin sudah ada yang lebih menarik dan fungsional. Untuk pengguna Android boleh cek di sini. Semoga membantu!

Minggu, 19 Januari 2014

The Labour Bag

Labour Bag! Saya menyiapkannya sebulan sebelum EDD (Estimated Due Date), kira-kira di minggu 35. Kebanyakan rumah sakit Indonesia tidak memberi list barang apa saja yang dibutuhkan saat melahirkan, di sini bahkan tidak ada birth plan. Tapi di internet semua ada. Anda bisa meniru list yang sudah tersedia seperti di BabyCenter, bagusnya lagi website tersebut menyediakan versi .PDF untuk diprint.

Tidak semua barang di list yang mereka buat harus anda bawa, kalau saya membuat prioritas, mana yang saya benar-benar butuh langsung masuk ke dalam koper. Setelah saya selesai packing, koper itu selalu saya bawa di dalam mobil.

Ada satu benda ekstra yang saya bawa karena saya pikir proses melahirkan sampai bukaan penuh akan makan waktu. Saya bawa buku teka-teki silang. Haha hobi saya memang seperti nenek-nenek. Dan sekitar 2 jam pertama buku itu memang menemani saya melewati kontraksi.

Bukan cuma ibu yang butuh labour bag, ayah juga harus menyiapkan tas, ya!

The References - Mother-to-be educate yourself!

Begitu hamil saya dihujani banyak pertanyaan. Ada pertanyaan yang langsung saya tanyakan ke dokter, tapi ada juga pertanyaan yang baru terpikir saat di rumah. Saya mempersenjatai diri saya dengan beberapa buku yang akan coba saya ceritakan sedikit di sini.

1. What To Expect When You're Expecting

Buku What To Expect adalah kitab suci wajib ibu hamil. Informasinya sangat lengkap mulai dari sebelum kehamilan sampai pasca kehamilan, tentang bayi kembar pun ada. Gejala-gejala hamil yang normal sampai yang perlu dikonsultasikan. Buku ini mengulas hampir semua pertanyaan dari yang remeh sampai serius.

2. What To Expect The First Years

Buku The First Years mengulas permasalahan bayi dari lahir sampai satu tahun kehidupannya. Membantu ibu mengevaluasi perkembangan bayi, memilih antara asi atau susu formula, merawat bayi sampai pilihan memberi makanan pertama, semua diulas sangat detil berdasarkan umur bayi. Saya sarankan dibaca sebelum si bayi lahir.

3. Menyusui Itu Mudah

Walaupun judulnya agak misleading, buku ini cukup lengkap mengurai tentang menyusui. Dari pijat payudara, perlekatan yang tepat, gaya menyusui, problem menyusui sampai cara menyimpan asi perahan diulas di buku ini. Kebetulan saya pernah berkonsultasi langsung dengan salah satu penulisnya yaitu dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC. Mungkin ada calon ibu ada yang berpikir kalau kehamilan mereka masih dini untuk apa memikirkan menyusui, tapi serius ini sangat penting, jangan remehkan menyusui, ya ibu-ibu. Menyusui memang natural tapi kalau ibu tidak mengedukasi diri akan kebingungan nantinya.

4. Happiest Baby On The Block

Pendekatan psikologis untuk menenangkan bayi anda. Menurut dr. Harvey Karp bayi manusia lahir lebih cepat dari bayi mamalia lain. Karena itu mereka sering menangis karena belum siap meninggalkan rumah nyamannya yaitu rahim ibu. Teknik menenangkan bayi yang ia perkenalkan adalah dengan meniru keadaan di dalam rahim. Metodenya yang terkenal ada 5 s yaitu swaddle (bedong), side/stomach position (berbaring miring atau tengkurap), shush (sssssst), swing (ayun), suck (mengisap). Buku ini juga menjelaskan tentang bayi colic. Saya suka buku ini karena cukup membuka pikiran saya. Buku ini agak susah dicari, mungkin bisa order online di Periplus atau beli eBooknya di iTunes Store.

5. Anak Sehat: 100 Solusi dr. Tiwi

Hampir seperti What To Expect The First Years buku ini mengulas cara merawat bayi di awal kelahirannya. Tapi tidak hanya itu, buku ini juga mengurai penyakit-penyakit anak dan bagaimana penanganannya. Menjelaskan tentang nilai apgar dan apa itu mongolian spot atau yang biasa orang tua bilang 'toh'. Bisa dikatakan saya salah satu penggemar dr. Tiwi. Buku ini membuat ibu jadi tidak gampang panik jika bayi sakit. Very reccomended.


Minus What To Expect When You're Expecting karena saat itu sudah habis dibaca.


Lima buku ini belum termasuk referensi online. Referensi online antara lain MenjadiIbuAIMI, NBCIAyahBunda, dan Parenting Indonesia. Semua referensi ini tentu bukan hanya untuk dibaca ibu sendiri, ayah juga harus baca. Karena banyak yang harus dibaca saya dan suami berbagi tugas membaca buku, kalau sudah selesai bisa saling cerita.

Jangan pernah bosan mencari tahu, terus cari informasi, semua ada di internet. Semoga membantu!

The Exercise

Kalau anda ingin melahirkan normal, tapa operasi, anda sangat harus ikut senam hamil. Senam hamil adalah olahraga wajib ibu hamil. Saya tidak suka olahraga, tapi saya menjalani senam hamil dengan penuh suka cita, saking tidak sabarnya bertemu si bayi.

Mulai minggu ke-28 kita sudah bisa ikut senam hamil. Karena dokter saya di Rumah Sakit Bersalin Asih, jadi saya senam di sana juga. Jadwal lengkap senam hamil RSB Asih bisa dilihat di sini.

Senam hamil di Asih lamanya 1 jam, suster Penny hampir selalu memimpin senam. Ibu Penny selalu menjelaskan tujuan setiap gerakan. Diawali dengan gerakan-gerakan simple bagian kaki untuk menghindari bengkak sampai akhirnya untuk melatih otot perut dan melegakan pegal punggung.

Setiap senam saya selalu ditemani suami, suami selalu membantu saya saat berlatih mengejan untuk melahirkan. Sebelum pendinginan selalu ada sesi tanya jawab, biasanya di sesi tanya jawab ibu Penny menjelaskan tentang anatomi organ reproduksi dan proses melahirkan. Pesan yang paling membekas di benak saya adalah jangan teriak saat kontraksi karena itu membuang tenaga dan mulai bukaan tujuh akan terasa ingin mengejan, bagaimanapun inginnya jangan mengejan sampai bukaan penuh karena bisa terjadi robek besar yang bisa membuat pendarahan hebat

Selain tanya jawab dan penjelasan tentang melahirkan, akan ada konselor menyusui yang menjelaskan tentang menyusui dan persiapan menyusui. Tentunya informasi yang super banyak ini tidak ada dalam satu sesi. Jadi rajin-rajinlah senam ibu-ibu dan banyak bertanya.

Selain senam hamil menjelang kelahiran saya rajin jalan pagi dan berenang. Cukup banyak pilihan olahraga untuk ibu hamil, anda bisa cek di What to Expect atau BabyCenter.

The Baby List

Saya tidak membuat acara nujuh bulanan atau pun baby shower, tapi saya membuat list barang-barang yang saya inginkan. Memasuki minggu ke-28 kami sibuk browsing kebutuhan bayi.

Karena anak kakak saya laki-laki dan jaraknya hanya 1.5 tahun lebih tua, kami mendapat banyak sekali lungsuran baju yang masih bagus, bahkan ada yang masih baru. Boleh dibilang lemari pakaian termasuk popok kain, bedong, dan kain-kain besar lainnya langsung terisi penuh.

Suatu hari saya survey barang diantar Bapak saya. Hari itu sebenarnya saya sudah mau beli stroller, tapi distop oleh Bapak. Bapak bilang saya tidak perlu beli sekarang, tunggu seminggu setelah melahirkan kalau memang tidak ada yang kasih baru beli. Jadi saya masukkan kembali kartu debit saya dan mengikuti sarannya.

Baby list saya buat berdasarkan What To Expect dan BabyCenter. Kedua website ini lumayan paling sering saya kunjungi. 

Mengenai saran Bapak saya tidak ada salahnya diikuti, karena terbukti setelah seminggu hadiah yang datang begitu banyak sampai satu-satunya kebutuhan bayi yang saya beli hanyalah baby crib. Saya beli seharga 1 juta lebih sedikit di TokoFurnitureOnline. Jangan lupa selalu info ke teman-teman yang bertanya benda apa yang anda belum punya, untuk menghindari hadiah double.

Selalu survey barang yang anda butuh. Misalnya stroller, cari tahu fungsi, harga, dan bandingkan semuanya. Tanya diri anda sendiri. Apakah butuh? Apakah tahan lama? Apakah sesuai dengan budget? Sampai berapa lama kira-kira akan digunakan? Cari sebanyak-banyaknya informasi dan review. Tak perlu terlalu terpatok dengan orang lain, karena dia beli maka saya beli. Karena situasi masing-masing keluarga berbeda. Belilah barang yang sesuai dengan situasi rumah, finansial, dan kebutuhan anda.

Happy shopping mommies! 

The Working Mom vs Stay-at-home Mom Dilemma

Mana yang lebih baik? Ibu bekerja? Ibu di rumah? Jawabannya kembali lagi ke diri kita sendiri.

Pernah saya lagi membaca-baca twitter dan menemukan banyak ibu berdebat soal hal ini, masing-masing bersikukuh kalau apa yang mereka jalani itu jawaban yang tepat. Ibu bekerja meremehkan ibu di rumah, ibu di rumah meremehkan ibu bekerja.

Bagi saya keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu di rumah itu tergantung situasi keluarga. Apakah single income cukup? Apakah mampu bayar pengasuh? Siapkah meninggalkan anak dalam waktu lama? Siapkah sibuk mengurus anak seharian sampai tidak sempat berbenah diri? Banyak pertanyaan yang saya renungkan sebelum mengambil keputusan.

Ibu di rumah tolong jangan menghakimi ibu bekerja. Ibu bekerja juga sebenarnya tidak mau meninggalkan anaknya di rumah dengan pengasuh, tapi mungkin mereka memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Sebaliknya ibu bekerja, ibu di rumah bukannya pemalas, mereka juga mengurus anak sampai kelelahan di rumah.

Bagaimana dengan saya? Setelah bertarung di dalam pikiran sendiri dan sempat tidak bisa tidur, saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Sekitar sebulan menjelang kelahiran saya resmi berhenti bekerja dan memutuskan akan merawat anak saya tanpa pembantu atau pengasuh.

Saya pikir kalau tidak bekerja saya akan punya banyak waktu merawat anak dan bisa istirahat. Betapa naifnya saya. 

Sabtu, 18 Januari 2014

The Gender

Memasuki bulan kelima, dokter saya bilang kita sudah bisa cari tahu gender bayinya. Saya dan suami tidak sabar ingin tahu gendernya.

Minggu ke-23 dokter saya mengatakan kemungkinan perempuan, tidak yakin karena posisi bayi menutupi, tapi masih bisa berubah jadi laki-laki. Sebenernya bukannya dia bisa berubah gender, hanya saja membaca usg tergantung posisi bayinya.

Saya ingin anak saya selalu ingat dari mana dia berasal, karena itu saya mencari nama Indonesia (khususnya Jawa). Akhirnya saya meminjam buku Kamus Besar Jawa Kuna milik teman saya dan sibuk mencari-cari nama. Setelah sebulan saya dapat nama yang suami juga suka.

Minggu ke 27 kami kembali kontrol dan dokter kembali memeriksa gendernya. Ternyata bayi saya laki-laki! Saya dan suami berpandangan dan akhirnya sibuk kembali dengan si Kamus Besar.

Cari nama anak laki-laki ternyata lebih susah. Kepala saya ternyata penuh dengan nama perempuan. Bahkan sampai sudah mau lahir kami masih sibuk berdebat soal nama. Akhirnya setelah perdebatan yang panjang kami sepakat dengan sebuah nama yang artinya 'kuat'. Semoga anak ini jadi anak yang kuat kepribadian, kuat iman, dan kuat kasih sayang untuk orang tuanya.

The Babymoon

"Sering-sering ngedate ya, bapak-ibu." Ini mungkin pesan dokter saya yang paling penting setelah pesan-pesan medik. Kebetulan sebelum hamil kita berdua sudah ada rencana ke Bali. Jadi saat kehamilan saya sekitar 12 minggu kita liburan.

Paling aman ibu hamil naik pesawat saat trisemester kedua. Umumya maskapai tidak mengizinkan ibu terbang saat kehamilan sudah masuk 30 minggu. Kenapa? Karena turbulensi bisa membuat ibu kontraksi. Sebagai ibu hamil yang akan terbang anda harus siap dengan surat pengantar dokter, apalagi kalau kehamilannya sudah mulai membesar.

Apa yang menyenangkan dilakukan di Bali? Jalan kaki tepat sekali. Hal yang tidak pernah saya lakukan di Jakarta tapi sangat menyenangkan dilakukan di Seminyak. Hanya satu yang agak menghambat, ibu hamil tidak boleh cape. Setelah jalan kaki mungkin sejauh 3 km, saya flek. Akhirnya liburan a la anak muda terpaksa diganti jadi liburan a la ibu hamil. Pagi sampai siang pergi lalu kembali ke rumah untuk tidur siang, keluar lagi sore sampai jam 9 malam. I feel old.


The Pregnancy pt. 2

Sewaktu hamil saya pernah sakit. Dulunya saya adalah bayi susu formula, sejak kecil saya selalu sakit. Flu, batuk, sakit tenggorokan, semua pernah saya alami saat sakit. Yang harus diingat adalah kalau demam sudah terlalu tinggi (>38.5 derajat Celcius) harus segera konsultasi dokter. Demam terlalu tinggi saat hamil bisa membahayakan janin.

Sembuh sendiri adalah solusi paling baik saat hamil, karena obat seberapa pun sedikitnya bisa lolos ke placenta. Tapi bukan berarti kalau sudah sangat menderita anda tidak boleh minta obat. Kalau anda flu saat hamil siap-siap saja, you're in for a sleepless night and a horrible day. Untuk hidung tersumbat saat tidur, lupakan obat tetes hidung, it doesn't work. Yang bisa anda lakukan adalah tidur dengan beberapa bantal ditumpuk (tidak hanya untuk yang sakit flu, untuk sakit punggung juga lumayan membantu). 

Teh hangat dengan lemon dan madu adalah senjata saya untuk flu dan sakit tenggorokan. Kebetulan untuk bekerja saya mengandalkan suara saya. Karena saya gampang sakit, obat seperti Rhinos dan Lemocin itu selalu ada di tas (yap sesering itu saya sakit). Tapi karena sedang hamil obat-obat itu terpaksa dibuang ke tempat sampah dan digantikan teh hangat lemon-madu. Saya tidak tahu apakah ini sugesti atau tidak, tapi minuman itu lumayan manjur untuk flu dan sakit tenggorokan.

Manjur yang saya maksud bukan sembuh dalam semalam. Sakitnya sendiri mungkin baru hilang seminggu lebih, tapi paling tidak saya merasa lebih nyaman membawa botol minum alumunium berisi teh lemon-madu.

Intinya sakit saat hamil adalah yang paling tidak nyaman, tapi jalani saja nanti juga sembuh. Jangan lupa the power of sugesti. Stay positive and be a happy pregnant lady.

The Pregnancy pt. 1

Suatu siang di penghujung tahun 2012 saya memelototi empat pen tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif. Seperti calon-calon ibu pada umumnya saya membuat janji dokter kandungan dan tersenyum lebar saat dikonfirmasi hamil.

Dokter saya bernama dr. Benny Johan Marpaung, Sp.OG. Masih muda, informatif, dan sangat ceria. Pesan yang selalu diulang-ulang dokter adalah jangan jatuh dan sering-sering ngedate sebelum bayinya lahir.

Saya pikir kehamilan selalu diikuti muntah-muntah, tapi ternyata tidak untuk saya. Selama enam minggu pertama tidak ada rasa apa-apa tapi setelah itu mulai diwarnai mual-mual. Ada teman yang bilang kalau bisa jangan sampai muntah, sekali muntah jadi kepingin muntah terus. Karena takut muntah saya sering menghabiskan waktu lama sekali untuk makan, karena hampir setiap dua suap saya mau muntah, jadi saya berhenti dulu sampai mualnya lewat baru lanjut makan. Mual-mual ini bertahan sampai masa kehamilan sekitar 16-20 minggu.

Sejak mulai hamil saya sering minta maaf kepada ibu saya. Hamil itu tidak mudah. Mual, sakit punggung, badan tidak nyaman, buang air kecil terus, sampai kontraksi saat bayi akan lahir. Semua itu tidak mudah dan tidak nyaman. Itu semua membuat saya berpikir betapa hebatnya ibu saya dan betapa saya pernah sangat tidak sopan dan kurang ajar terhadapnya, jadi saya minta maaf. Saya bersyukur saya lahir sebagai perempuan, saya diberi kesempatan untuk menjalani apa yang ibu saya alami dan menyadari kalau memang ibu saya luar biasa hebat.


24 minggu

The Annoying Question

Uda hamil belum? Kapan mau punya anak? Belum hamil juga? Mungkin musti ke dokter kali?

Pertanyaan-pertanyaan ini yang saya kategorikan annoying. Karena saya dan suami sebelum menikah menjalani long distance relationship (Jakarta-Amsterdam) selama lima tahun, kami memutuskan tidak buru-buru memiliki anak. Tapi tentu saja keputusan itu kami simpan sendiri dan orang tua (termasuk eyang-eyang) menghujani kami dengan pertanyaan annoying, karena tidak sabar ingin menggendong bayi.

Setelah punya bayi, menurut saya semua pasangan berhak menentukan sendiri kapan mereka akan punya anak. Karena walaupun punya bayi itu luar biasa membahagiakan tapi tidak bisa dipungkiri kalau ada beberapa kesenangan pribadi yang harus dimundurkan. Bukannya mau mengajak untuk mengurungkan niat punya bayi, tapi memang punya anak itu butuh kesiapan fisik dan mental (selain finansial tentunya).

Ya pertanyaan-pertanyaan ini akan menghantui anda, tapi cuek aja. You are you're own captain in this ship called life.

Jumat, 17 Januari 2014

The Wedding

Bukan, bukan pestanya yang ingin saya ceritakan. Tapi cerita di balik pesta itu sendiri. Selama delapan bulan pesta ini disiapkan, tapi saya tidak bisa bilang oleh saya, melainkan ibu saya. Yap pesta rancangan ibu saya dengan selera ibu saya. Boleh dibilang saat itu saya sebal sekali dengan ibu yang mengatur segalanya, tapi sekarang rasanya tidak penting lagi.

Pesta pernikahan biasanya ditunggu-tunggu kaum perempuan, bahkan ada yang sudah merencanakan pestanya sebelum dapat calon mempelai prianya. Saya pun sebenarnya punya mimpi sendiri tentang pesta pernikahan idaman, tapi mimpi itu harus dikubur dalam-dalam karena menurut ibu saya ini biaya dari orang tua jadi ini pesta orang tua. 

Setelah hampir tiga tahun menikah saya mulai berpikir kalau pesta pernikahan itu tidak begitu penting. Karena bukan hari pernikahannya yang paling penting tapi apa yang terjadi setelah hari pernikahan. Masih ingat pernikahan Kim Kardashian dan Kris Humphries yang menghabiskan jutaan dollar untuk kemudian bercerai 72 hari kemudian? Yap saya sangat yakin satu hari itu memang spesial tapi tidak sespesial itu sampai harus menghabiskan luar biasa banyak uang.

Yang saya dapat setelah hampir tiga tahun menikah adalah kita berdua harus sama-sama berusaha untuk tetap bersama. Saya tidak sempurna, dia juga tidak, tidak ada yang sempurna, tapi kalau kita embrace ketidaksempurnaan itu tiba-tiba hubungannya jadi terasa sempurna. Jadi yang paling penting itu bukan the Wedding tapi the Marriage.


Tiga Tahun

Tiga tahun lamanya blog ini saya lupakan. Dalam jeda tiga tahun ini hidup saya sudah sangat jauh berbeda. Sangat berbeda karena saya sudah menikah dan menjadi ibu. Sebenarnya banyak sekali cerita menarik sewaktu di Pekanbaru, tapi ceritanya sudah kadaluwarsa. Pesan saya kalau ke Pekanbaru coba road trip ke Sumatera Barat, banyak pemandangan indah sepanjang perjalanan dan makanan enak.

Setelah enam bulan berkutat mengurus bayi, akhirnya saya punya sedikit waktu luang untuk iseng-iseng menulis. Saya ingin sekali berbagi cerita menjadi ibu. Menjadi ibu itu luar biasa menyenangkan walaupun kadang melelahkan sampai mau pingsan.

New Plan! Blog ini akan saya isi informasi tentang menjadi ibu. Semoga membantu para mother-to-be atau yang baru jadi ibu.