Minggu, 19 Januari 2014

The Working Mom vs Stay-at-home Mom Dilemma

Mana yang lebih baik? Ibu bekerja? Ibu di rumah? Jawabannya kembali lagi ke diri kita sendiri.

Pernah saya lagi membaca-baca twitter dan menemukan banyak ibu berdebat soal hal ini, masing-masing bersikukuh kalau apa yang mereka jalani itu jawaban yang tepat. Ibu bekerja meremehkan ibu di rumah, ibu di rumah meremehkan ibu bekerja.

Bagi saya keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu di rumah itu tergantung situasi keluarga. Apakah single income cukup? Apakah mampu bayar pengasuh? Siapkah meninggalkan anak dalam waktu lama? Siapkah sibuk mengurus anak seharian sampai tidak sempat berbenah diri? Banyak pertanyaan yang saya renungkan sebelum mengambil keputusan.

Ibu di rumah tolong jangan menghakimi ibu bekerja. Ibu bekerja juga sebenarnya tidak mau meninggalkan anaknya di rumah dengan pengasuh, tapi mungkin mereka memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Sebaliknya ibu bekerja, ibu di rumah bukannya pemalas, mereka juga mengurus anak sampai kelelahan di rumah.

Bagaimana dengan saya? Setelah bertarung di dalam pikiran sendiri dan sempat tidak bisa tidur, saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Sekitar sebulan menjelang kelahiran saya resmi berhenti bekerja dan memutuskan akan merawat anak saya tanpa pembantu atau pengasuh.

Saya pikir kalau tidak bekerja saya akan punya banyak waktu merawat anak dan bisa istirahat. Betapa naifnya saya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar