Sabtu, 18 Januari 2014

The Gender

Memasuki bulan kelima, dokter saya bilang kita sudah bisa cari tahu gender bayinya. Saya dan suami tidak sabar ingin tahu gendernya.

Minggu ke-23 dokter saya mengatakan kemungkinan perempuan, tidak yakin karena posisi bayi menutupi, tapi masih bisa berubah jadi laki-laki. Sebenernya bukannya dia bisa berubah gender, hanya saja membaca usg tergantung posisi bayinya.

Saya ingin anak saya selalu ingat dari mana dia berasal, karena itu saya mencari nama Indonesia (khususnya Jawa). Akhirnya saya meminjam buku Kamus Besar Jawa Kuna milik teman saya dan sibuk mencari-cari nama. Setelah sebulan saya dapat nama yang suami juga suka.

Minggu ke 27 kami kembali kontrol dan dokter kembali memeriksa gendernya. Ternyata bayi saya laki-laki! Saya dan suami berpandangan dan akhirnya sibuk kembali dengan si Kamus Besar.

Cari nama anak laki-laki ternyata lebih susah. Kepala saya ternyata penuh dengan nama perempuan. Bahkan sampai sudah mau lahir kami masih sibuk berdebat soal nama. Akhirnya setelah perdebatan yang panjang kami sepakat dengan sebuah nama yang artinya 'kuat'. Semoga anak ini jadi anak yang kuat kepribadian, kuat iman, dan kuat kasih sayang untuk orang tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar