Perpustakaan ini mungkin adalah salah satu icon kota Pekanbaru, sayang sekali saya tidak punya kamera, ingin sekali saya menunjukkan seperti apa bentuk gedungnya. Gedungnya sangat menarik, atapnya berbentuk buku yang sedang dibuka, desain eksterior dan interiornya juga sangat modern, saya hampir merasa berada di Jakarta. Full-AC, ada wifi gratis, dilengkapi dengan meja-meja dan tempat duduk yang nyaman. Kekurangannya hanya koneksi internetnya tidak begitu bagus dan masih banyak rak yang kosong dikarenakan koleksi buku yang masih sangat minim untuk sebuah perpustakaan besar.
Sampai di perpustakaan saya melihat di lantai dasar adalah lantai buku anak-anak, jadi saya naik ke atas. Di atas saya menitipkan tas dan sweater saya kemudian mulai mengelilingi rak. Buku yang terdapat di lantai itu kebanyakan adalah buku Islam, tapi di salah satu rak saya melihat buku 'Catatan Pinggir' yang merupakan kumpulan tulisan Goenawan Mohamad di majalah Tempo. Akhirnya saya mengambil buku itu dan mulai berjalan menuju meja untuk membaca sambil online.
Buku yang saya baca sangat menarik, saya sampai tidak sadar sudah 3 jam berada di perpustakaan. Pengalaman perpustakaan saya cukup menyenangkan, saya rasa akan jadi ritual hari Senin saya. Semoga bukunya terus bertambah, supaya semakin bagus.

kedengerannya enak buat duduk2 sendirian hehe..coba perpus umum Jakarta jg begitu...
BalasHapusbukannya perpustakaan jakarta lebih bagus ya?
BalasHapuscobain gih