Hari Minggu adalah hari tersibuk bagi saya. Dari jam 9 pagi sampai jam 5.30 sore saya mengajar hampir tanpa istirahat, hanya ada sekitar setengah jam saya bisa meluruskan kaki. Hari Minggu kemarin, tepatnya tanggal 6 September adalah hari terakhir Mba Rini ada di Pekanbaru, pada hari Senin ia akan terbang ke Jakarta untuk memulai hidupnya yang baru di ibu kota. Setiap ingat itu saya merasa sedih sekali, karena Mba Rini adalah teman pertama yang paling nyambung dan paling dekat.
Mba Rini mengadakan makan-makan kecil di sebuah restoran bernama Hawaii. Restoran ini namanya memang agak norak, tapi interiornya lumayan nyaman, rasanya seperti ada di lounge di Jakarta, bagian langit-langitnya dihias dengan kain berwarna maroon, layaknya restoran ada meja-meja dengan kursi atau sofa empuk, berkarpet dan ada big screen untuk karaoke. Selain itu ada bar juga gelatto bar. Makanan dan es krimnya pun enak.
Karena saya langsung dari tempat kerja, jadi saya datang paling duluan. Tak lama datang Mba Rini, disusul Mba Donna dan suaminya, Mas Budi. Kami berbuka puasa bersama duluan karena yang lain telat datang. Setelah buka kemudian datang Mba Julie dan Mas Vandri, disusul Mas Fajar dan Mike (ga pake mas soalnya dia bukan orang indonesia, aneh kalo pake mas), Mas Nyoman dan Mba Eci, terakhir Mas Arif dan Mba Era.
Setelah makan beberapa mulai memesan es krim, sisanya sudah tidak tahan ingin karaoke. Mas Vandri sudah mulai menyanyi-nyanyi sendiri sampai akhirnya dipaksa menggunakan mic oleh Mas Arif. Setelah Mas Vandri saya didaulat untuk menyanyi sambil menari dan karena saya paling muda jadi saya menurut dengan tekad memberikan penampilan yang paling spektakuler, dari sorakan mereka tampaknya penampilan saya benar-benar prima malam itu (haha). Juara karaoke malam itu adalah Mas Fajar, dia bisa menirukan Rhoma Irama menyanyikan Penasaran dengan sangat baik, dan saya hampir menangis karena tertawa.
Time flies when we enjoy it. Tanpa terasa sudah jam 10.30 saat saya menyanyikan Uptown Girl dan tiba-tiba mati lampu. Akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi pesta gila itu karena hari Senin mereka harus bekerja. Sebelum ke restoran saya sempat membeli kembang api, jadi begitu kita sudah di tempat parkir saya mengajak mereka semua bermain kembang api sebelum pulang, sekalian mendoakan agar 3 orang yang akan pergi, Mas Arif, Mike dan Mba Rini, sukses di kota masing-masing.
I had a blast that night.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar