Selasa, 08 September 2009

Perpustakaan Wilayah Kota Pekanbaru

Perpustakaan ini mungkin adalah salah satu icon kota Pekanbaru, sayang sekali saya tidak punya kamera, ingin sekali saya menunjukkan seperti apa bentuk gedungnya. Gedungnya sangat menarik, atapnya berbentuk buku yang sedang dibuka, desain eksterior dan interiornya juga sangat modern, saya hampir merasa berada di Jakarta. Full-AC, ada wifi gratis, dilengkapi dengan meja-meja dan tempat duduk yang nyaman. Kekurangannya hanya koneksi internetnya tidak begitu bagus dan masih banyak rak yang kosong dikarenakan koleksi buku yang masih sangat minim untuk sebuah perpustakaan besar.


Sampai di perpustakaan saya melihat di lantai dasar adalah lantai buku anak-anak, jadi saya naik ke atas. Di atas saya menitipkan tas dan sweater saya kemudian mulai mengelilingi rak. Buku yang terdapat di lantai itu kebanyakan adalah buku Islam, tapi di salah satu rak saya melihat buku 'Catatan Pinggir' yang merupakan kumpulan tulisan Goenawan Mohamad di majalah Tempo. Akhirnya saya mengambil buku itu dan mulai berjalan menuju meja untuk membaca sambil online.


Buku yang saya baca sangat menarik, saya sampai tidak sadar sudah 3 jam berada di perpustakaan. Pengalaman perpustakaan saya cukup menyenangkan, saya rasa akan jadi ritual hari Senin saya. Semoga bukunya terus bertambah, supaya semakin bagus.

Minggu, 06 September 2009

The Farewell

Hari ini Mba Rini berangkat ke Jakarta. Pukul 6.30 saya bangun dengan berat, menyeret kaki saya ke kamar mandi dan mengguyur badan dengan air dingin. Setelah selesai bersiap-siap saya ke kamar Mba Rini untuk membantunya bersiap-siap. Tepat pukul 7.15 Pak Fauzan sang supir taksi langganan saya sudah menjemput dan langsung membantu mengangkat koper-koper Mba Rini untuk dimasukkan ke dalam bagasi.


Sampai di airport kami ke information sebentar untuk membayar pass agar saya bisa mengantar Mba Rini sampai ruang tunggu. Saya baru tahu hal seperti itu bisa dijadikan bisnis, harga passnya Rp. 20.000,-.


Setelah melewati berbagai proses check-in dan membayar airport tax, kami masuk ke ruang tunggu dan duduk di salah satu bangku yang tersedia dan mulai mengobrol, waktu menunjukkan pukul 8.25 pagi. Akhirnya waktu yang dinanti-nanti datang, dari speaker petugas memanggil penumpang pesawat GA 173 untuk naik ke pesawat. Mba Rini tertawa dan memeluk saya, saya balas memeluknya, menahan tangis, dan mendapati Mba Rini menangis.


2 bulan mungkin waktu yang cukup singkat untuk berhubungan dekat dengan seseorang. Tapi dalam 2 bulan ini kami mengobrol banyak hal, saling bertukar cerita, pengalaman, dan pemikiran. Kami memiliki ritual mengobrol sambil menunggu lampu menyala, kabur ke Gloria Jean's kalau bosan di kamar, atau saya kabur ke kamar Mba Rini untuk mengobrol sambil menonton TV. Saya merasa saya bisa survive karena ada Mba Rini. She's a really good friend, a great sister.


Tapi seperti yang selalu terjadi dalam kehidupan, ada hitam ada putih, ada benar ada salah, ada pertemuan ada perpisahan. Memang bukan berarti saya tidak bisa bertemu Mba Rini lagi, saya rasa yang saat ini sedang merantau sendirian pasti mengerti perasaan saya.


Right now, i feel alone again.

The Breakfast, The Mic, and The Fireworks

Hari Minggu adalah hari tersibuk bagi saya. Dari jam 9 pagi sampai jam 5.30 sore saya mengajar hampir tanpa istirahat, hanya ada sekitar setengah jam saya bisa meluruskan kaki. Hari Minggu kemarin, tepatnya tanggal 6 September adalah hari terakhir Mba Rini ada di Pekanbaru, pada hari Senin ia akan terbang ke Jakarta untuk memulai hidupnya yang baru di ibu kota. Setiap ingat itu saya merasa sedih sekali, karena Mba Rini adalah teman pertama yang paling nyambung dan paling dekat.


Mba Rini mengadakan makan-makan kecil di sebuah restoran bernama Hawaii. Restoran ini namanya memang agak norak, tapi interiornya lumayan nyaman, rasanya seperti ada di lounge di Jakarta, bagian langit-langitnya dihias dengan kain berwarna maroon, layaknya restoran ada meja-meja dengan kursi atau sofa empuk, berkarpet dan ada big screen untuk karaoke. Selain itu ada bar juga gelatto bar. Makanan dan es krimnya pun enak.


Karena saya langsung dari tempat kerja, jadi saya datang paling duluan. Tak lama datang Mba Rini, disusul Mba Donna dan suaminya, Mas Budi. Kami berbuka puasa bersama duluan karena yang lain telat datang. Setelah buka kemudian datang Mba Julie dan Mas Vandri, disusul Mas Fajar dan Mike (ga pake mas soalnya dia bukan orang indonesia, aneh kalo pake mas), Mas Nyoman dan Mba Eci, terakhir Mas Arif dan Mba Era.


Setelah makan beberapa mulai memesan es krim, sisanya sudah tidak tahan ingin karaoke. Mas Vandri sudah mulai menyanyi-nyanyi sendiri sampai akhirnya dipaksa menggunakan mic oleh Mas Arif. Setelah Mas Vandri saya didaulat untuk menyanyi sambil menari dan karena saya paling muda jadi saya menurut dengan tekad memberikan penampilan yang paling spektakuler, dari sorakan mereka tampaknya penampilan saya benar-benar prima malam itu (haha). Juara karaoke malam itu adalah Mas Fajar, dia bisa menirukan Rhoma Irama menyanyikan Penasaran dengan sangat baik, dan saya hampir menangis karena tertawa.


Time flies when we enjoy it. Tanpa terasa sudah jam 10.30 saat saya menyanyikan Uptown Girl dan tiba-tiba mati lampu. Akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi pesta gila itu karena hari Senin mereka harus bekerja. Sebelum ke restoran saya sempat membeli kembang api, jadi begitu kita sudah di tempat parkir saya mengajak mereka semua bermain kembang api sebelum pulang, sekalian mendoakan agar 3 orang yang akan pergi, Mas Arif, Mike dan Mba Rini, sukses di kota masing-masing.


I had a blast that night.

Kamis, 03 September 2009

Thursday Night

Ada berita sedih datang dari teman satu tempat kos saya, Mba Rini, yang akan ditransfer ke Jakarta dan akan berangkat hari Senin besok. Saya sangat sedih mendengarnya, karena dia adalah teman terdekat saya di sini dan kalau tidak ada dia saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan social life saya.


Ternyata di kantornya ada juga yang akan ditransfer ke Jakarta dan ia menyelenggarakan makan-makan kecil menjelang kepergiannya, Mba Rini mengundang saya untuk datang. Tepatnya saya nimbrung ke acara mereka. Mereka adalah teman-teman kerja Mba Rini di sebuah perusahaan oil company di sini.


Yang menyenangkan adalah teman-teman sekantor Mba Rini sangat fun. Saya banyak tertawa dan sangat senang berkenalan dengan mereka semua, berhubung saya paling kecil di situ jadi saya memanggil semua orang dengan sebutan mba dan mas, ada juga yang pake pak dan bu.


Malam ini sangat menyenangkan, bertemu teman baru dan makan gratis tentunya (haha). Semoga hari-hari saya di depan juga akan menyenangkan seperti malam ini.

Rabu, 02 September 2009

Cerita Angkot 2

Kemarin saya naik angkot yang menempel 1 poster besar di langit-langit kendaraannya.


Poster Iron Maiden.

First Kiss (From a Student)

Hari itu saya mengajar group lesson untuk anak-anak berumur 3 tahun. Di antara 7 murid yang hadir dan bersama orang tua masing-masing ada 1 yang diantar bukan oleh ibunya, tapi oleh pembantunya dan nampaknya dia tidak begitu senang diantar pembantunya. Nama gadis kecil itu Rara.


Selama pelajaran ia tidak mau menurut dengan pembantunya, tapi selalu tersenyum kalau saya hampiri. Pada akhir pelajaran seperti biasa saya berjongkok di dekat pintu sambil berdadah-dadah dengan murid-murid cilik saya. Semuanya menyalami dan mencium tangan saya, tapi berbeda dengan Rara. Saat giliran Rara pamit ia mengambil tangan saya, tersenyum, kemudian memeluk dan mencium pipi saya.


Saya langsung terbang ke langit ketujuh. Terima kasih Rara.

How to Cross the Street in Pekanbaru

1. Lihat keadaan

2. Tarik napas

3. Lari!!


Menyeberang jalan di kota Pekanbaru bagaikan uji nyali. Para pengendara mobil dan motor tidak akan menginjak rem, walaupun kita sudah di tengah jalan dan menyeberang di zebra-cross. Nampaknya mereka lebih suka melihat kita tertabrak mobil daripada harus repot-repot menginjak rem.

Oops

Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog saya, dikarenakan kesibukan.. ngg.. ngga juga sih. Saya cuma sempet malas update. Tapi saya akan membalas kemalasan saya dengan menulis beberapa kejadian yang terjadi dalam hidup saya di sini.