Rabu, 01 Juli 2009

First Day Teaching

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, mengajar piano klasik untuk pertama kalinya di Pekanbaru. Dari beberapa murid yang dijadwalkan untuk menjadi murid saya hanya satu yang muncul, maklum hampir semua murid masih liburan.


Untuk pertama kalinya pula saya naik angkot di sini. Angkot merupakan alat transportasi yang cukup ekonomis di sini tarifnya Rp. 2.000,-. Lain hal dengan taksi, di sini taksi tidak pakai argo, argonya ada tapi cuma mejeng saja di dashboard, bisa dibayangkan kan kalau pendatang baru pasti diberi tarif mahal. Setelah naik angkot saya berjalan kaki sekitar 100 meter, jaraknya dekat tapi di sini panas, jadi lumayan cape juga.


Sebelum mengalami kelas pertama saya sempat rapat dulu dengan guru-guru yang menjadi panitia suatu acara yang akan diadakan sekolah musik tempat saya bekerja. Saya berkenalan dengan Bu Linda, Bu Sriwati, Bu Yayat, Mba Esa, Mba Sulastri, Mas Hendra, Pak Lexi, dan Mas Irfan yang juga merupakan staff pengajar dari berbagai bidang di sini. Juga ada Pak Khaerudin yang merupakan penanggung jawab.


Murid pertama saya bernama Rani, baru masuk kelas 1 SMA dan nampaknya cukup pemalu, atau mungkin karena pertama kali ketemu saya. Agak lelet juga saya dalam mengingat kurikulum sampai akhirnya saya buka contekan yaitu buku syllabus.


Sejauh ini kehidupan saya di sini cukup menyenangkan, kecuali bagian tidak bisa latihan pianonya. Di sekolah musik boleh latihan tapi tidak boleh pakai ac dan hanya kalau kelasnya kosong, belum lagi jarak dari tempat tinggal ke sekolah musik lumayan jauh. Malam ini saya pulang ke Jakarta untuk seminar 2 hari, mungkin saya akan membawa keyboard saya ke sini supaya bisa latihan dengan tenang.


PS: Restoran di sini tidak mencantumkan harga makanan di menunya, jadi pas bayar agak kaget. Masa saya makan mie goreng telur dan minum es teh manis totalnya Rp. 10.000,-? Mienya mie instant lho.

2 komentar:

  1. khahahahahaha, jangan makan di restoran atuh neng kalo mawu murah

    BalasHapus
  2. restoran di sana tampangnya kaya pinggir jalan mit hahaha

    BalasHapus