Selasa, 07 Juli 2009

at The Bus Stop

Sepulang kerja saya mencoba naik Trans Metro Pekanbaru lagi. Setelah membeli tiket saya duduk menunggu, tak lama setelah saya duduk si penjual tiket mengajak saya mengobrol, dia melihat saya keluar dari sekolah musik jadi dia tanya apakah saya guru musik dan saya jawab iya. Dari situ kami mulai mengobrol tentang musik.


Namanya mas Eko, dia bisa main gitar, musik favoritnya adalah blues dan jazz. Dia pernah main band tapi ga kemana-kemana bandnya jadi bubar. Dia bilang di Pekanbaru tidak ada wadah untuk orang-orang yang ingin membuat lagu yang berbeda, dulu kadang-kadang ada, tapi makin ke sini makin tidak ada. Mungkin karena sistem informasi di Pekanbaru yang masih minim, mas Eko cuma kenal musisi-musisi seperti Indra Lesmana dan Tompi, tapi saya yakin kalau dikasih Quasimode pasti naksir dia.


Bagi musisi jazz di ibukota sana mungkin bisa memberi wadah bagi musisi-musisi amatir di daerah supaya bisa lebih berkembang lagi.

3 komentar:

  1. sama nasib kita mas eko.. hiks hiks..

    BalasHapus
  2. ahaha iya di sini ga ada kafe ato tempat ngumpul aliran tertentu
    adanya cuma klub eksekutif

    BalasHapus