Tampilkan postingan dengan label kabut asap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kabut asap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juli 2009

Cream Soup and Silent Hill

Sejak 2 hari yang lalu saya sakit flu dan batuk begitu kembali ke Pekanbaru dari Jakarta. Karena itu untuk sarapan saya membuat sup krim ayam instan dengan kompor listrik kecil yang saya bawa dari Jakarta. Enaaakkk sekali rasanya. Saran saya untuk para perantau, bawa kompor listrik kecil dan beli sup instan saat lagi sakit, sangat menolong.


Selesai sarapan saya berangkat mengajar, waktu menunjukkan pukul 8.30. Begitu keluar rumah saya langsung disambut dengan Real Life Silent Hill, tapi tanpa setan-setan menyeramkan. Yang saya maksud adalah kabut asap. Jarak pandang saat itu sekitar 10-15 meter, lebih dari itu yang tampak di mata adalah putih, putih, dan putih.


Saya rasa hal ini dapat menjadi iklan pariwisata yang cukup menarik dari Pekanbaru. Kurang lebih isinya begini 'If you want to experience the real life Silent Hill, come to Pekanbaru!' dengan note kecil bertuliskan 'harap membawa masker'.

Sabtu, 04 Juli 2009

The First 'Kabut Asap' Experience

Saat saya terbang ke Pekanbaru tanggal 3 Juli kemarin, sesaat sebelum siap-siap landing saya melihat asap dan warna merah kecil di daratan bawah sana. Waktu itu saya bertanya-tanya itu apa ya? kebakaran? pabrik? salah lihat? Hanya sampai situ pemikiran saya.


Hari ini saya mendapat jawabannya, ternyata itu adalah kebakaran hutan. Saya mendapat jawabannya saat berangkat mengajar, begitu keluar dari tempat kos saya melihat kabut menggantung di langit, semakin lama semakin pekat. Sampai ke sekolah musik saya diperkenalkan pada si 'Kabut Asap' yang kadang sampai mengganggu negara tetangga ini.



PS: Saat ini selain mati lampu 3 kali sehari, di Pekanbaru juga sedang terjadi krisis air bersih, untungnya tempat tinggal saya sumber airnya bukan hanya PAM.