Selasa, 30 Juni 2009

Here I am at Pekanbaru

Sudah 3 hari saya berada di Pekanbaru, kota yang akan saya tinggali selama 6 bulan ke depan. Halo kehidupan baru!


Ini adalah pengalaman pertama saya berada di Pekanbaru, saya di sini untuk bekerja selama 6 bulan mengajar piano di sekolah musik ternama berhuruf depan Y. Dengan diantar bapak tercinta saya mempelajari dan beradaptasi dengan kota ini, tapi sampai saat ini saya belum berhenti beradaptasi.


Kotanya dibanding Jakarta jauh lebih kecil, lebih bersih, dan lebih ngga macet. Jarak antara airport dengan pusat kota pun tidak jauh, bahkan sangat dekat. Ada jalan utama bernama Jalan Sudirman yang ada buswaynya juga, sama seperti di Jakarta, bedanya dia tidak diberi jalur khusus, seperti di Jalan Sudirman Jakarta jalanan ini jg diatapi dengan pohon-pohon yang mereduksi sedikit hawa panas, tapi ngga jg sih, tetep panas. Tempat tinggal baru saya merupakan tempat kost yang dekat dengan Mall Ciputra di Jalan Riau, cukup menyenangkan soalnya dengan mudah saya bisa mendapat akses internet dari wifi yang disediakan beberapa restoran di mall tersebut. Sejauh ini saya berpendapat internet adalah barang yang cukup mewah di kota ini.


Tempat tinggal baru saya terdiri dari 2 lantai dan merupakan tempat kost campur, jadi ada laki-laki juga di sini yang agak membuat saya tidak nyaman, tapi secara keseluruhan tempat kost ini saya masukan di kategori passable. Ada beberapa hal yang cukup membuat saya kecewa dan sedikit 'ehem' tapi saya rasa saya bisa menjalaninya dan harus tetap bersyukur.


Karena saya ditemani ayah jadi kami sempat berjalan-jalan di mall membeli kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa/lupa dibawa dari Jakarta seperti gantungan baju, emergency lamp (harus beli karena di sini mati lampu 3 kali sehari, yang paling lucu kalau terjadi di mall biasanya ada anak-anak teriak dan ada anak lain bersuara "wuuuuuuuu kik kik kik", luar biasa), aqua 2 liter, sabun cuci baju, sabun mandi, makanan kecil, kaus kaki (lupa lupa lupa, masa bawanya cuma 1 pasang kanan kiri beda), dan yang terpenting cari nomer telfon. Berhubung hp saya cdma jadi saya beli nomor esia, tapi beli modem dan nomor gsm juga.


Waktu beli modem sekalian ditest modemnya, tapi tekomselnya tidak mau connect ke internet, kata masnya jaringannya jelek mendingan pake axis aja, tapi karena telkomflash satu-satunya yang berfasilitas unlimited jadi saya keukeuh maunya telkomflash dan merencanakan pergi ke Grapari keesokan harinya.


Akhirnya bapak saya yang ke grapari, ternyata untuk apply internet unlimited harus memberi berkas-berkas yang agak menyulitkan untuk saya seperti tagihan listrik, slip gaji, saldo bank, dll. Gimana mo ngasih tagihan listrik, orang saya ngekost. Akhirnya saya kembali online dengan wifi gratis di Ciputra Mall (di restoran bernama Kimteng, enak lho, makanan dan minumannya tidak mahal, bisa internet pula). Malamnya baru saya beli kartu axis.


Pagi-pagi sekali tadi bapak saya pulang jadi tinggalah saya di sini sendirian. Agak kecut juga hati saya, diserang takut, takut tidak siap mental, takut gagal (ga tau gagal apa, takut aja), takut kenapa-kenapa, takut ada masalah, takut sendirian. Mungkin takut sendirian yang paling besar, karena selama ini saya tidak pernah jauh dari orang tua, sekarang saya harus kerja dan memenuhi kebutuhan saya sendiri. Kalau sudah begini saya jadi sayang orang tua, dulu-dulu lupa karena selalu dekat, kalau uang kurang tinggal minta, kalau sekarang mau minta sama siapa? Masa sama ibu kost?


Sekitar sesaat setelah bapak saya pergi meninggalkan tempat kost dengan taksi, saya memindahkan barang-barang saya ke kamar bawah, karena katanya kosong jadi mendingan di kamar bawah aja dan kamarnya juga bersebelahan dengan Elsa sesama guru di sini. Saya sampai lupa cerita tentang orang-orang baru. Ada Pak Effendy yang menjemput saya dari bandara dan istrinya Ibu Effendy, Pak Yusrin, pemilik Yamaha cabang Pekanbaru dan istrinya Ibu Yusrin dan anak-anaknya Fandi dan Chocho, juga ada Mba Desri pengurus sekolah musik dan staf-staf yang cukup banyak. Mereka semua baik dan ramah, saya ditraktir makan, karaoke, dan main billiard oleh Pak Yusrin dan keluarga.


Masalah terbesar saya di sini adalah internet. Saya terbiasa hidup dengan internet, kalau saya di rumah (Jakarta) saya pasti main internet, penyebab utamanya adalah karena saya menjalani long distance relationship, penyebab lainnya karena di internet saya bisa liat apa saja. Tapi ternyata di kota ini internet belum menjadi kebutuhan primer, karena sampai saat ini saya masih bingung bagaimana saya bisa internet dengan murah dan sepuasnya. Saya tidak mungkin langganan internet yang butuh pasang kabel dan antena karena saya tinggal di tempat kost, saya lebih memilih internet portable, pilihan saya jatuh dengan menggunakan fasilitas internet dari gsm yang ada. Tapi jaringan Telkomflash ternyata belum begitu bagus, sejauh ini saya menggunakan Axis, tapi karena saya sering download jadi baru sejam saya sudah habis Rp. 20.000,-. Bagi saya itu terlampau mahal. Tapi saya masih terus mencari cara untuk bisa nyaman berinternet.


Sejauh ini saya merasa baik-baik saja di sini, perasaan takut tetap ada, pingin nangis juga ada, tapi kalau saya nangis nanti mental saya tambah lembek, jadi saya harus optimis karena mulai hari ini hingga 6 bulan ke depan saya cuma punya diri saya sendiri untuk diandalkan.



PS: tempat kost saya pengamanannya seperti penjara, pintu dan kuncinya cukup banyak sampai saya selalu menghabiskan waktu semenit untuk menemukan kunci mana untuk membuka gembok mana.

6 komentar:

  1. tenang nik.. gw temenin di blog, hhehehe..
    jauh jg dapet kerjanya.. well.. new life in a new beginning..

    BalasHapus
  2. wahhh dwi uda lama kita ga ngobrol..
    hehe iya nih new day new carreer kalo kata acid house kings..
    thx lho atas komennya, it's boosting my spirit..

    BalasHapus
  3. semangat ninikseeeeee. ayo menjelajah..gw nunggu review tpt"oke buat dikunjungi aja, jadi ga usah survey lagi :D
    selamat bertualang ya, dadar guling :]

    BalasHapus
  4. mimitaaa aku sudah berusaha mencari tapi ga ketemu
    di sini ga ada objek wisata mit
    adanya perpustakaan bagus, pasar bawah, dan mall mall mall
    paling deket bukit tinggi 5 jam dari sini
    tapi gw kayanya ga ada waktu buat ke sana
    ga tau deh hehehe
    i miss you mitchu

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. ni dengan siapa kalau boleh tahu.. saya ikhsan direngat ibukota kabupaten indragiri hulu salah satu daerah diriau juga masih... saya ada wacana ingin buka sekolah musik disini karena disini belum ada dan peminatnya banyak (maklum disini banyak tiong hoa).. tapi dijamin segerrr... mau gak ekspansi kerengat.. kalau minat hub.085265412222.. thanks

    BalasHapus