Jumat, 16 Mei 2014

The Father

Boleh dibilang dari sebelum melahirkan si Ayah selalu kerepotan. Kadang saya bangunkan untuk minta dipijat tengah malam karena punggung pegal sekali.

Apa yang Ayah bisa lakukan pasca melahirkan, saat bayi sangat tergantung pada Ibunya? Ayah bisa meringankan beban Ibu dengan jaga malam. Jaga malam di sini artinya bertugas mengganti popok sepanjang malam, gendong bayinya ke si ibu waktu si bayi minta nyusu tengah malam, dan baby chores lain sepanjang malam.

Kalau kondisi rumah tangga seperti saya yang tanpa pembantu, akan sangat membantu kalau sekali-sekali Ayah bisa memandikan si bayi, atau memasak sarapan atau makan malam, atau bersih-bersih rumah.

Semangat, ya para Ayah! Si Ibu kadang akan melt down karena terlalu lelah atau kepingin hiburan, kadang rumah berantakan karena si bayi lagi rewel, kadang marah-marah sendiri karena kurang tidur. Sabar aja, si Ibu tetap sayang si Ayah kok.

The Co-Sleeping or Crib Question

Pertanyaan ini sebenarnya sudah mulai dipikirkan menjelang kelahiran. Saya memutuskan untuk tidak tidur sekasur dengan Bhira. Karena itu sewaktu tinggal di rumah orang tua pasca melahirkan saya menyewa baby box Graco Pack n Playa untuk Bhira tidur.

Kenapa saya memilih tidur terpisah? Karena tidur bersama membuat saya tidak bisa istirahat, saya sering terbangun karena takut menimpa Bhira. Tapi dalam beberapa kasus ibu baru lebih baik tidur bersama dengan si bayi, untuk melancarkan ASI.

Waktu balik ke rumah sendiri, saya beli Baby Crib kayu dari www.tokofurnitureonline.com. Bhira baik-baik aja tidur di situ dan ibu bisa tidur dengan enak di tempat tidur.

Sekarang Bhira sudah 1 tahun dan mulai ga mau tidur di cribnya, atau lebih tepatnya dia semakin berat dan ibu suka malas balikin dia ke crib hahahhahahaha.